Warga Malaysia yang Miliki atau Jual Jam Tangan Swatch LGBT, Akan Dipenjara 3 Tahun

Minggu, 13 Agustus 2023 – 15:11 WIB

VIVA Dunia – Bagi pemilik atau penjual jam berwarna pelangi yang dibuat oleh pembuat jam tangan asal Swiss Swatch, akan menghadapi hukuman tiga tahun penjara, kata kementerian dalam negeri Malaysia.

Baca Juga :

Buntut Kisruh Body Check, Miss Universe Resmi Cabut Lisensi Indonesia dari Poppy Capella

Hal ini karena negara mayoritas Muslim itu mencela simbol LGBTQ+ yang katanya dapat “merusak moral”. Homoseksualitas dilarang di Malaysia dan para warga LGBTQ+ menghadapi diskriminasi. 

Mei lalu, Unit Penegak Hukum Malaysia di kementerian dalam negeri menggerebek toko Swatch di 11 pusat perbelanjaan di seluruh negeri, termasuk di ibu kota Kuala Lumpur, untuk jam tangan yang disebut “berelemen LGBT”.

Baca Juga :

Heli Malaysia Terdeteksi Masuki Wilayah Singapura, Jet Temur Diturunkan

“Siapa pun yang mencetak, mengimpor, memproduksi atau memiliki barang-barang semacam itu, akan menghadapi hukuman penjara hingga tiga tahun,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan pada pekan ini.

Baca Juga :

Dianggap Promosikan LGBT, Film Barbie Dilarang Tayang di Lebanon dan Kuwait

Setiap orang yang memakai atau mendistribusikan jam tangan tersebut juga dapat didenda 20.000 ringgit Malaysia atau Rp66 juta, menurut pemberitahuan larangan tersebut. “Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk mencegah penyebaran unsur-unsur yang berbahaya atau mungkin merusak moral,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, melansir The Guardian. 

“Jam tangan (dengan unsur pelangi) dapat merugikan kepentingan bangsa dengan mempromosikan, mendukung dan menormalkan gerakan LGBTQ+ yang tidak diterima oleh masyarakat umum”. 

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *